Pertanyaan Seputar Pengusaha Judi Asal Indonesia di Luar Negeri

Dari situs www.vice.com, kami mendapatkan informasi mengenai pengusaha judi asal Indonesia yang sukses menjalankan bisnis perjudiannya di perbatasan KAMBOJA menuju ke FILIPINA. Kurang lebih pada waktu itu situs yang kami jadikan sumber referensi artikel ini berhasil dalam menghubungi seorang lelaki dengan usia 27 Tahun, asal Jakarta. Lelaki ini rupanya rela untuk pindah ke luar negeri demi bisa mengejar mimpi yang dimilikinya dirinya dalam usaha perjudian dan agen bola.

Pertanyaan Seputar Pengusaha Judi Asal Indonesia di Luar Negeri

Dirinya sendiri sudah memulai bisnisnya di kota perbatasan Kamboja – Bavet, sebelum kemudian dirinya mampu memindahkan kerajaan kecil bisnisnya ke Ibu Kota Manila, Negara Filipina. Dirinya ini merasa bahwa Manila menjadi kota dengan Infrastruktur yang jauh lebih baik, walaupun risiko dari bisnisnya ini sebagai Judi Online dari lintas negara yang akan membuatnya bisa menjadi incaran dari aparat Hukum ASEAN kapanpun itu. Tentu saja, lelaki mudah ini sudah menolak keras untuk membocorkan identitasnya secara lengkap. Semuanya atas dasar keamanan dari diri dia sendiri. Karena itulah, pada artikel ini sesuai atas wawancara dari pertanyaan seputar pengusaha judi Asal Indonesia di luar negeri ini, tidak menyebutkan nama dari si pengusaha judi tersebut.

Bagaimana Awal Mulai bisa Menggeluti dunia Judi Online ?

Jawab : sejak kecil, sebenarnya memang memiliki cita-cita untuk bisa masuk ke dalam dunia perjudian. Judi ini sendiri menjadi permainan yang membutuhkan keberanian – membutuhkan strategi – sampai dengan Hoki juga bisa saja dimiliki. Dengan ikut serta dalam meluaskan arena perjudian, disini dirinya merasa bahwa mimpinya itu bisa terpenuhi. Pamanku sendiri ( lelaki tersebut ) memiliki pengalaman panjang sebagai seorang pemain dan juga bandar kecil. Aku sendiri bisa melihat ada ruang dalam mengembangkan apa yang sudah dilakukan oleh paman. Makannya, aku langsung menghubungi beberapa teman untuk patungan kecil-kecilan. Dengan patungan ini, mengumpulkan modal sudah menjadi peluang dalam membuka judi. Akhirnya kami memberanikan diri untuk bisa mendekati seorang pemilik perusahaan besar melalui jalur nokesi pamanku dan segera mendaftarkan diri menjadi agen mereka.

Saat ini, sebagai seorang agen yang sudah terverifikasi. Kami bisa dengan mudah untuk membuat produk White Label dari beragam jenis perusahaan besar di dunia. Contohnya aja kayak : Perusahaan Playtech asal Europe, Perusahaan OG Casino asal Cina, lalu IDN Poker yang berasal dari Indonesia juga serta masih banyak lagi yang lainnya. Perusahaan-perusahaan besar inilah yang bisa menyediakan infrastruktur dan mampu mendapatkan bagian atas 20% dari keuntungan atau kerugian. Perusahaan yang kami jalankan ini bisa mendapatkan 80% dari sisanya. Disini kamilan yang membayar langsung atas biaya maintenance, lalu ongkos sewa, gaji karyawan, pajak hingga beberapa pengeluaran lainnya.

Rasanya bisa Hidup Sebagai Bandar Judi Online Seperti Apa ?

Jawab : Hidupku ini sudah dipenuhi dengan peluang dan petualangan. Kami sudah mulai beroperasi dari Bavet. Aturan mengenai perjudian di sana masih saja belum begitu jelas, ada banyak Mall dan Casino yang memang dimiliki oleh Purnawirawan Jenderal Militer Kamboja. Beberapa ruangan dalam Mall dan Casino juga sudah disewakan pada pengelola judi Online. Jadi kami sudah dianggap sebagai bagian langsung dari operasi casino. Dalam artian, kami hanya membayar biaya sewa saja. Disini kami tidak perlu membayar pajak. Ongkos dari pengelolaan judi Online dari Bavet sudah tergolong murah. Kami tinggal jalan kaki saja dari Saban pergi ke kantor. Makan sudah termasuk dalam ongkos Operasional. Kalau dihitung-hitung, menjalankan bisnis perjudian dari Bavet akan jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta. Tapi, pasar kami tetap saja ada di Indonesia.

Hidup langsung di kota perbatasan bisa sangat amat menentang. Selain casino, hampir tidak ada apa-apa lainya. Bavet masuk sebagai kota yang tertinggal. Hiburan yang tersedia di sana hanya berisikan Alkohol dan Karaoke saja. Untuk bisnis obat-obatan terlarang dan dunia prostitusi disana amat lancar sekali. Jadinya, kalian bisa mendapatkan keduanya ini dengan mudah. Namun untuk pusat perbelanjaan, lalu restoran, dan juga tempat hiburan malam bisa sangat terbatas atau hampir saja tidak ada. Terkadang kehidupan di Bavet sangat amat membosankan sekali.

Lalu dari sini kami sudah memutuskan untuk bisa pindah e Ibu Kota Manila. Disana jauh lebih menyenangkan karena memang sama Kosmopolitan dengan di Jakarta. Amat disayangkan sekali, semuanya legal dan kami harus bayar pajak sebesar 2% kepada pihak Pemerintah di Filipina. Di Samping daripada itu, halangan bahasa membuat lingkaran pergaulan yang diriku miliki ini menyempit. Terkadang aku kangen sekali dengan semua teman-teman dan pacarku yang berada di Jakarta.

Bagaimana Caranya Menyeimbangkan Kerja dengan Kehidupan Pribadi ?

Jawab : sebenarnya dalam hal ini, kita bisa saja mendapatkan uang yang lebih banyak dengan jam kerja jauh lebih singkat daripada jam kantor standar yakni pukul 9 hingga 5 sore. Disini aku memang harus tinggal di Bavet, dan sekarang di Manila karena memang perusahaanku masih baru.

Aku juga harus bisa datang ke kantor setiap hari hanya demi bisa mengelola perusahaan dan memantau para staf yang aku miliki. Suatu saat aku benar-benar berharap, bisa pelan-pelan lepas tangan. Harapannya, memang bisa untuk pendapatan pasif dari bisnis tersebut. Sekarang pada akhirnya, aku bisa deh pulang ke Jakarta atau sekedar pergi ke tempat lain kapanpun itu aku inginkan. Tidak memiliki jam kerja yang pasti di kantorku ini. Lagipula, ini semua didukung atas pergaulanku yang masih kecil, dan jarang sekali foya-foya. Sebagian besar pendapatanku masuk langsung ke tabungan atau ke investasi untuk bisnis lainnya.

Bisnis Lain Seperti Apa Kalau Boleh Tau ?

Jawab : Mungkin bisnisnya sendiri adalah Bitcoin atau apapun yang baru atau belum begitu diatur. Bisnis sendiri seperti memiliki margin atas keuntungan besar. Disini aku sangat senang berjalan-jalan dan bisa memperluas wawasanku, jadi keuntungan usahaku akan aku simpan untuk sebuah investasi di masa depan.

Apakah Keluarga Merespon dengan Baik Pekerjaan yang Anda Jalankan ?

Jawab : Syukur Nya, Orang Tuaku sendiri sangat mendukung atas apa yang memang aku lakukan. Ayah sendiri dulunya pernah bekerja di Pabrik paku dan dirinya jadi sudah sangat paham sekali betapa susahnya mencari nafkah di Jakarta. Kalau ibu, dirinya tidak begitu peduli dengan aku bekerja sebagai bos judi online selama aku tidak membuat onar sama sekali. Kalau untuk teman-teman ku ? mereka sih enggak peduli. Cuma, ada beberapa sih yang memang agak kepo orangnya tentang pekerjaan ku. Kalau untuk pasangan alias pacar, ya memang itu agak susah untuk menemukannya dan untuk menerima pekerjaan seperti ini. Untungnya, untuk saat ini sih aku sudah punya pacar sekarang.

Kurang lebih, itu sih pertanyaan yang bisa kami rangkum pada artikel ini.